rumahimpian.id Bagi yang memiliki pinjaman KPR alias kredit pemilikan rumah, pastinya tahu kalau ada yang namanya masa bunga tetap dan masa bunga floating. Masa bunga tetap bisa dibilang merupakan periode “bulan madu” bagi nasabah baru KPR, karena di masa ini lah kita bisa menikmati cicilan tetap dan ringan selama beberapa tahun pertama.

Setelah masa bunga tetap ini berakhir, barulah ujian sebenarnya dimulai. Sebab kini kita akan memasuki periode bunga floating yang bisa berdampak kepada besar cicilan KPR tiap bulan. Apa sudah siap menghadapi turun-naiknya cicilan KPR hingga bertahun-tahun ke depan?

Agar tidak salah paham, mari kita tengok kembali jenis-jenis bunga yang berlaku dalam KPR. Umumnya, terdapat tiga jenis bunga yang lazim ditawarkan bank dalam produk KPR, yakni:

Suku bunga tetap (fixed): suku bunga ini bersifat tetap, tidak berubah meskipun suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) naik atau turun. Biasanya bank menawarkan metode bunga ini di periode awal pinjaman, misalnya selama lima tahun pertama.

Suku bunga mengambang (floating): suku bunga ini akan berubah mengikuti suku bunga acuan BI. Ketika suku bunga BI naik, maka bunga KPR Anda juga akan ikut naik di bulan tersebut. Dengan kata lain, cicilan KPR kita tiap bulan akan berubah-ubah. Metode bunga floating biasanya diterapkan setelah masa suku bunga tetap berakhir.

Suku bunga cap: konsep suku bunga cap pada dasarnya mirip dengan bunga floating. Bedanya, jika pada suku bunga floating tidak ada batasan kenaikan untuk bunga KPR Anda, pada suku bunga cap, ada batasan maksimal yang diterapkan. Misalnya suku bunga cap Anda sebesar 10%. Maka tiap bulan bunga KPR Anda akan mengikuti suku bunga BI, tapi tidak akan melebihi 10%.

Dalam praktiknya, bank biasanya akan mengkombinasikan dua atau tiga jenis bunga di atas dalam produk KPR. Misalnya, KPR A menetapkan suku bunga tetap lima tahun pertama dan sisanya floating. Atau KPR B menawarkan kombinasi suku bunga tetap tiga tahun, cap dua tahun, dan sisanya floating.

(Baca: Jenis-Jenis Bunga KPR dan Cara Menghitungnya)

Tiap skema bunga tentu menawarkan kelebihan dan kekurangan masing-masing, tergantung kebutuhan dan kemampuan Anda. Yang perlu kita ingat, meskipun ada beragam skema bunga KPR yang ditawarkan oleh bank, satu hal yang pasti adalah suku bunga floating selalu ada dan masa berlakunya adalah yang paling lama selama periode cicilan berjalan.

Kenapa? Tentu karena bank tidak mau rugi apabila terjadi kenaikan suku bunga acuan tiba-tiba. Dengan menerapkan bunga floating, maka bank tetap memiliki peluang untuk mendapat untung dari bunga kredit walaupun BI menaikkan suku bunga acuannya.