Saat anda ke kawasan Borobudur sebenarnya ada tempat makan dekat Candi Borobudur dengan menu makanan dan minuman yang enak selepas anda berjalan – jalan. Namun satu tempat yang tak boleh anda lupakan ketika anda ke Borobudur, Bukit Rhema Harta karun di Sudut Borobudur. Beberapa diantara anda mungkin tidak banyak yang mengenal nama bukti ini, namun ketika disebutkan Gereja Ayam  hampir semua orang mengetahu. Pada dasarnya, Gereja Ayam Magelang ini dibangun di tahun 1992 dan dibangun sebagai rumah Doa untuk semua Bangsa setelah doa semalaman.

Sejarah dari Gereja Ayam

Gereja Ayam Megelang ini sebenarnya dibangun di tahun 1992 oleh Daniel Alamsjah. Awalnya Daniel tidak mengetahui lokasi pembangunan dari Gereja ini, karena dirinya dari Jakarta. Namun setelah melihat lokasinya dirinya mulai yakin jika nantinya Gereja ini akan mendatangkan banyak orang dari semua suku bangsa untuk menuju ke Bukit Rhema dengan tujuan melihat kebagian Tuhan. 

Daniel sendiri menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk bisa membangun Gereja ini. Di masa awal pembangunan Bukit rhema ini masih sangat sulit. Karena Daniel harus menghabiskan waktu 5 hari untuk bekerja lalu di akhir pekan baru ke Lokasi pembangunan untuk memantau pembangunannya. Setelah lebih dari 10 tahun selama akhirnya Daniel harus naik kereta Jakarta – Purworejo – Jakarta.

Selama waktu itu, tentu saja ada banyak tantangan yang dialaminya. Namun Daniel tidak pernah berhenti, dia bahkan membangun Panti Rehabilitasi Narkoba dan Mental yang lokasinya tidak jauh dari Bukit Rhema. Panti ini lebih dikenal dengan Nama Panti Rehap Betesda. Dengan waktu terus berjalan, akhirnya Gejera Ayam Magelang ini berdiri dan terbangun

Kisah Di Balik Bangunan Gereja Ayam magelang

Bukit Rhema Harta karun di Sudut Borobudur yang lebih dikenal dengan Gereja Ayam memiliki tujuh lantai, dimana masing – masing lantainya sendiri sebenarnya memiliki cerita yang berbeda. Masing – masing lantai menceritakan perjalanan spiritual manusia, makna doa, kebaikan dari Tuhan, Mujizat hingga mengenai kearifan Lokal. Masing – masing cerita di tuangkan dalam sebuah lukisan yang masing – masing saling berhubungan dan memiliki pesan moral untuk pengunjungnya.

Perkembangan Bukit Rhema

 

Saat ini, kawasan Bukit Rhema berkembang menjadi salah satu destinasi wisata religi, edukasi, kuliner dan juga alam. Bukit Rhema menjadi rumah doa dan memiliki fungsi sebagai tempat untuk umat berdoa secara khusus. Untuk wisata edukasi digunakan sebagai tempat seminar mengenai bahaya narkoba, bahaya merokok dan edukasi mengenai nasionalisme yang ada di lukisan dinding. Dan sebagai Wisata Alam karena ada Gereha Ayam yang berdiri di atas perbukitan dan dikelilingi oleh pegunungan sehingga memiliki pemandangan yang indah. Sehingga tak heran jika lokasi ini menjadi tempat untuk melihat sunrise terbaik di Magelang. Bukit Rhema juga memiliki tempat makan terdekat Candi Borobudur yang sangat direkomendasikan.