Pemahaman Kanker Ovarium

Gejala Kanker Ovarium jarang-jarang memunculkan tanda-tanda pada fase awalnya. Oleh karenanya, kanker ovarium umumnya baru teridentifikasi saat telah masuk fase lanjut atau telah menebar ke organ lain. Tanda-tanda fase lanjut dari kanker ovarium tidak begitu unik dan seperti penyakit lain. Gejala-gejala yang dirasakan oleh pasien kanker ovarium ialah:

  1. Perut kembung.
  2. Cepat kenyang.
  3. Mual.
  4. Sakit di perut.
  5. Konstipasi (sembelit).
  6. Bengkak pada perut.
  7. Pengurangan berat tubuh
  8. .Kerap buang air kecil.
  9. Sakit punggung sisi bawah
  10. .Ngilu saat berhubungan seksual
  11. Keluar darah dari vagina.
  12. Peralihan transisi menstruasi, pada pasien yang alami menstruasi.

Kapan Konsultasi ?

Wanita yang jalani therapy alternatif hormon untuk menurunkan tanda-tanda menopause seharusnya membahas kembali faedah dan resiko therapy ini sama dokter.

Therapy alternatif hormon beresiko memunculkan kanker ovarium, khususnya pada wanita yang anggota keluarganya pernah terserang kanker ovarium atau kanker payudara.

Bila kerap alami tanda-tanda masalah pencernaan, seperti perut kembung, cepat kenyang, sakit di perut, atau sembelit, apa lagi telah berjalan sepanjang tiga minggu, cepatlah tanyakan ke dokter. Dokter akan lakukan pengecekan untuk cari pemicu beberapa gejala itu.

Pemicu Kanker Ovarium

Kanker ovarium muncul karena ada peralihan atau perubahan genetik pada beberapa sel ovarium. Sel itu jadi abnormal, dan tumbuh secara cepat dan tidak termonitor. Sampai sekarang ini, pemicu berlangsungnya perubahan genetik itu belumlah diketahui dengan tentu. Tetapi, ada faktor-faktor yang bisa tingkatkan resiko seorang merasakannya, yakni:

  1. Berumur di atas 50 tahun.
  2. Merokok.
  3. Jalani therapy pergantian hormon saat menopause.
  4. Mempunyai bagian keluarga yang menanggung derita kanker ovarium atau kanker payudara.
  5. Menanggung derita kegemukan.
  6. Pernah jalani radioterapi.
  7. Pernah menanggung derita endometriosis atau kista ovarium tipe tertentu.
  8. Menanggung derita sindrom Lynch.

Analisis Kanker Ovarium

Untuk menganalisis kanker ovarium, dokter akan bertanya tanda-tanda yang dirasakan pasien dan kisah kesehatannya lebih dulu. Disamping itu, dokter akan bertanya ada atau tidaknya bagian keluarga yang sempat menanggung derita kanker ovarium atau kanker payudara.

Selanjutnya dokter akan lakukan pengecekan fisik, khususnya pada wilayah panggul dan organ kelamin. Bila diperhitungkan menanggung derita kanker ovarium, dokter akan minta pasien untuk jalani pengecekan kelanjutan berbentuk:

  • Test darah

Test darah dilaksanakan untuk mengetahui protein CA-125, yang disebut pertanda ada kanker ovarium.

  • Biopsi

Pada pengecekan ini, dokter akan ambil contoh jaringan ovarium untuk dicheck di laboratorium. Pengecekan ini bisa tentukan apa pasien menanggung derita kanker ovarium atau mungkin tidak.

Fase Kanker Ovarium

Berdasar tingkat keparahannya, kanker ovarium dibagi jadi 4 fase, yakni:

  • Fase 1
    Kanker cuman di ovarium, baik salah satunya atau ke-2 ovarium, dan belum menebar ke organ lain.
  • Fase 2
    Kanker telah menebar ke jaringan dalam rongga panggul atau kandungan.
  • Fase 3
    Kanker telah menebar ke selaput perut (peritoneum), permukaan usus, dan kelenjar getah bening di panggul atau perut.
  • Fase 4
    Kanker telah menebar ke organ yang lain terletak jauh, misalkan ginjal, hati, atau paru-paru.

Penyembuhan Kanker Ovarium

Pengatasan kanker ovarium berbeda, bergantung pada fase kanker, keadaan pasien, dan kemauan pasien untuk mempunyai turunan. Tetapi pada umumnya, pengatasan khusus kanker ovarium mencakup: