Mikroskop merupakan salah satu alat laboratorium yang sering digunakan dalam bidang mikrobiologi. Instrumen ini dapat mengamati objek yang sangat kecil dengan bantuan optik. Alat ini memiliki fungsi utama untuk mengamati benda kecil yang tidak bisa dilihat secara langsung. Ada beberapa jenis yang bisa digunakan untuk mengamati benda dengan menghasilkan struktur yang lebih jelas.

Namun pada hakikatnya, alat ini akan bekerja dengan mengacu pada peran utamanya yaitu melihat benda benda kecil. Menurut pengalaman penulis, alat ini digunakan saat praktikum farmakologi untuk mengamati jaringan yang ada di tumbuhan. Hal ini dapat mempermudah proses belajar melalui objek yang sudah diamati melalui mikroskop.

 

Cara Merawat Mikroskop

  1. Mikroskop digital ini harus disimpan dalam tempat yang kelembabannya sesuai dengan ketentuan. Tempat penyimpanan mikroskopik sebaiknya diberi lampu sekitar 15 – 20 watt sehingga memberikan suhu yang hangat dan kelembabannya dapat stabil selama penyimpanan alat.
  2. Dilarang menyentuh lensa dengan tangan langsung karena dapat meninggalkan jejak sehingga lensa akan kurang jernih.
  3. Selalu rutin membersihkan lensa dengan minyak, kain, dan tissue. sesekali basahi dengan alkohol untu mempertahankan kebersihan alat tersebut.
  4. Bersihkan body alat dengan kain dan alkohol.
  5. Jangan menggeser alat terlalu sering, karena dapat merusak main unit yang ada di kaki alat.
  6. Selalu perhatikan kebersihan alat sehingga tidak ada pertumbuhan jamur atau mikroba yang dapat menghambat hasil pengamatan.
  7. Penggunaan alat laboratorium ini adalah sebaiknya digunakan pada jarak yang pendek, sebaiknya dibungkus menggunakan plastik setelah digunakan. Sedangkan, jika jaraknya jauh, maka alat harus disimpan ke dalam kotak khusus penyimpanan mikroskop.

Penyimpanan Preparat 

  1. Berikan nomor di bagian sudut preparat, untuk memudahkan pengambilan preparat ketika ingin digunakan.
  2. Jangan menyentuh bagian objek selama pengamatan berlangsung.
  3. Preparat dibersihkan dengan kuas, bisa juga menggunakan larutan xylol.
  4. Simpan preparat awetan dari tumbuhan maupun hewan di dalam kotak khusus yang sudah dilengkapi rak seukuran objek.
  5. Simpan preparat ditempat yang kering dan sejajar lurus.
  6. Lakukan pengambilan dan penyimpanan preparat
  7. Pemeliharaan: tidak perlu memegang bagian permukaan objek dengan jari selama praktikum.
  8. Untuk membersihkan preparat atau slide dengan kuas kering, jika banyak bahan perekat yang mengganggu pengamatan dapat digunakan xylol.
  9. Spesimen awetan tumbuhan dan hewan disimpan dalam kotak kayu khusus dilengkapi dengan rak-rak mini seukuran gelas objek.
  10. Penyimpanan disusun secara sejajar vertikal dan disimpan ditempat kering.
  11. Pengambilan dan penyimpanan dilakukan dengan hati-hati.
  12. Beri label secara alfabet sehingga mudah dalam proses pengambilan.

Tips Memilih Mikroskop 

Ada beberapa tips yang perlu diperhatikan dalam memiliki alat laboratorium yang sesuai dengan kebutuhan anda, diantaranya sebagai berikut :

  1. Jenis yang satu ini harus sesuai dengan objek yang akan diamati.
  2. Pilih yang dapat melakukan pembesaran dan resolusi sehingga menghasilkan objek yang nyata dengan bantuan lensa objektif dan lensa okuler.
  3. Perhatikan sumber cahaya. Ada 4 sumber cahaya pada alat, seperti; halogen, flourescent, tungsten dan LED. Cahaya putih berasal dari sumber halogen. Penggunaan LED dapat digunakan dengan baterai isi ulang.
  4. Pilih lensa yang kualitasnya baik. Lensa objektif biasanya terdiri dari lensa akromatik. Sedangkan lensa okuler bisa dilihat jenisnya seperti monokuler, binokular dan trinokuler.
  5. Pada jenis monokuler, bisa mengamati objek dengan dua dimensi pada panjang dan lebar objeknya. Sedangkan, pada jenis mikroskop binokuler dapat melihat objek dengan 3 dimensi melalui panjang, lebar, dan tinggi.
  6. Mikroskop monokuler kurang canggih dibandingkan binokular. Jenis trinokuler digunakan pada proses mikrofotografi.
  7. Penggunaan kamera yang merupakan aksesoris dapat dijadikan sebagai referensi untuk hasil yang maksimal.

Harga Alat

Berbicara masalah harga, alat ini memiliki harga yang bervariasi sebagai alat laboratorium. Harga alat ini berkisar 600 ribu – 50 juta tergantung jenisnya, merk, spesifikasi dan tipe yang dibutuhkan.