foto-master-CN295

Ada banyak pesawat bikinan Indonesia yang sudah berlanglang dunia. Ada dua type yang dibuat oleh pabrikasi di Tanah Air kita.

PT Dirgantara Indonesia ialah produsen dari pesawat-pesawat ini. Merilis dari situs resminya, minimal ada delapan pesawat yang dibuat sampai sekarang.

Simak juga: Selamat Istirahat dan Terima Kasih N250 GatotkacaDelapan pesawat yang dibuat dipisah jadi dua tipe, yaitu fixed wing dan rotary wing (helikopter). Berikut rangkuman singkat dari tipe fixed wing:

1. N219 Nurtanio

Pesawat N219 Nurtanio terbaik dipakai untuk wilayah terasing. Pesawat ini sanggup mengusung sekitar 19 penumpang.

N219 Nurtanio pas untuk mengusung pasukan, patroli penyelamatan klinis, transportasi ekspedisi sampai SAR. Pesawat ini menggendong dua mesin Pratt dan Whitney PT6A-42.

2. NC212-200

Program khusus PTDI di tahun 1976 menghasilkan NC212-200 di bawah lisensi dari CASA, Spanyol. Sekitar 103 pesawat NC212-200 versus sipil dan militer sudah dibuat oleh PTDI.

Di antara 2004-2008, seluruh kepentingan untuk NC212-400 sudah dipindah ke Bandung dari San Pablo, Spanyol. PTDI jadi produsen sumber tunggal dari keluarga NC212.

Semenjak 2014, PTDI tak lagi menghasilkan NC212-200 dan NC212-400. PTDI sudah mengupgrade pesawat itu jadi versus NC212i yang lebih hebat.

3. CN235

Pada 17 Oktober 1979, IPTN dan CASA (saat ini Airbus Defense dan Ruang) membangun perusahaan patungan baru, Aircraft Technology (Airtech) untuk membuat CN235.

Pesawat multiguna baru ini mempunyai kekuatan Short Take-Off and Landing (STOL) di atas lapangan terbang curam 800 mtr., pintu ramp untuk barang yang keluar/masuk dengan gampang, dan karakter perawatan ongkos rendah.

Arketipe pertama ‘Elena’ yang dibuat oleh CASA lakukan penerbangan pertamanya pada 11 November 1983. Arketipe ke-2  (pesawat indonesia) ‘Tetuko’ yang dibuat PTDI terbang pertama kalinya pada Desember 1983.

4. CN295

CN295 ialah armada paling dipercaya untuk operasi militer di wilayah terasing untuk visi kemanusiaan. Lebih dari 95 pesawat dalam servis dengan 130.000 jam terbang di penjuru dunia.

CN295 ialah pesawat yang handal dan gampang dirawatan. Airbus Defense dan Ruang dan PTDI tawarkan support service secara penuh yang ditanggung oleh Angkatan Udara Indonesia.

Profil PT Dirgantara Indonesia

PT Dirgantara Indonesia (Persero), dikenal juga sebagai PTDI adalah perusahaan aerospace di Asia dengan kapabilitas pokok dalam design dan peningkatan pesawat, pengerjaan susunan pesawat, produksi pesawat, dan service pesawat untuk sipil dan militer dari pesawat enteng dan menengah.

Semenjak dibangun di tahun 1976, sebagai perusahaan punya negara di Bandung, Indonesia, PTDI sudah sukses meningkatkan dan meningkatkan kekuatannya sebagai industri kedirgantaraan.

Di sektor pengerjaan pesawat, PTDI sudah menghasilkan bermacam tipe pesawat, seperti CN235 untuk transportasi sipil atau militer, Pesawat Surveyllance Maritim, Pesawat Patroli Maritim, dan pesawat Penjaga Pantai. Secara keseluruhan, PTDI sudah mengirim nyaris 400 pesawat ke 50 operator di penjuru dunia.

Di bawah Kesepakatan Kerja sama vital dengan Airbus Defense dan Ruang, Spanyol, PTDI meningkatkan dan menghasilkan NC212i (versus pembaruan NC212-400), menghasilkan elemen CN235 dan CN295 untuk di-export ke Airbus Defense dan Ruang, dan lakukan Light Final Assembly and Delivery. Pusat CN295.

PTDI bekerja bersama dengan LAPAN sudah sukses membuat pesawat N219 dan sudah lakukan tes terbang pertama pesawat N219 pada tanggal 16 Agustus 2017. Pesawat N219 sebagai pesawat penumpang dengan kemampuan 19 orang dengan 2 mesin turboprop yang merujuk ke peraturan CASR Part 23. Pesawat ini mempunyai kekuatan tinggal landas di dasar pendek yang tidak disiapkan hingga bisa menjadi simpatisan sambungan antara pulau khususnya di daerah Pelopor.

Selainnya pesawat sayap masih tetap, PTDI menghasilkan bermacam tipe helikopter, seperti NAS330 Puma, NAS332 C1 Super Puma, H215, H225M/H225, AS365/565, H125M/H125 dengan lisensi dari Airbus Helicopters dan Bell 412EPI dengan lisensi dari Bell Helicopter Textron Inc. (BHTI).

Dalam usaha aerostructure, PTDI menghasilkan elemen, perlengkapan, dan peralatan pesawat untuk Airbus A320/321/330/350/380, untuk Helikopter Airbus MKII dan H225M/H225, untuk Airbus Defense dan Ruang CN235 dan CN295.

Di sektor tehnik dan peningkatan, PTDI mempunyai kekuatan tehnis dalam design, pengetesan dan sertifikasi pesawat, simulator penerbangan, dan Kendaraan Udara Tidak Berawak (UAV).

Pada akhirnya, Unit Service Pesawat PTDI sediakan perawatan, pembaruan, pembaruan, dan support logistik untuk CN235, NC212-100/200/400, NC212i, Bell412, BO-105, NAS 330 Puma, NAS332 Super Puma, B737-200/300/400/500.