Kayu adalah bahan alami dengan pola yang bagus. Kayu merupakan material yang sering digunakan dalam proyek atau bangunan. Dari rumah sederhana hingga rumah mewah, tidak terlepas dari unsur kayunya. Setiap kayu memiliki ciri dan ciri tersendiri, baik dari segi keindahan serat, kadar air, keawetan, kepadatan, kepadatan dan kekuatan.

Karenanya, pemilihan kayu yang akan digunakan dalam proyek konstruksi membantu kita untuk memahami jenis dan karakteristik kayu yang sering digunakan sebagai bahan konstruksi bangunan. Tujuannya agar bisa menemukan kayu yang sesuai dengan kriteria dan spesifikasi yang Anda inginkan.

Kami juga menyediakan jasa mebel ukir, kami dari furniture jepara dengan kualitas pekerjaan terbaik. Yuk coba bisa Anda kunjungi juga tautan tersebut.

Berikut ini adalah beberapa jenis kayu yang sering digunakan sebagai bahan bangunan dan konstruksi bangunan.

1. Kayu Jati

Jati sering dianggap sebagai kayu dengan serat dan tekstur terbaik. Sifat yang stabil, kuat dan tahan lama menjadikan kayu ini pilihan utama sebagai bahan bangunan. Termasuk kayu dengan Daya Tahan Kuat Kelas I, II dan Kelas I, II.

Kayu jati juga terbukti tahan terhadap jamur, rayap dan serangga lainnya karena kandungan minyaknya pada kayu. Tidak ada kayu lain yang memberikan kualitas dan penampilan yang sama dengan jati.

Harga kayu jati sangat dipengaruhi oleh kriteria asal, ukuran dan kualitas daerah kualitas kayu yang baik, seperti: mata sehat, mata mati, kusam, putih.

Menentukan kualitas kayu jati yang diinginkan harus mempertimbangkan jenis aplikasi akhir yang dipilih. Selain melindungi kayu dari kondisi luar, woodworking dapat memberikan nilai estetika pada kayu dengan menonjolkan kelebihan dan kekurangan kayu tersebut.

2. Kayu Kelapa

Kayu kelapa merupakan alternatif sumber kayu baru untuk pohon kelapa yang sudah tidak produktif lagi (umur 60 tahun ke atas), sehingga perlu ditebang untuk menggantikan bibit pohon baru.

Pada dasarnya pohon kelapa adalah sejenis kelapa. Seluruh bagian pohon kelapa, termasuk ijuk, membentuk garis pendek. Anda tidak akan menemukan serat gandum dan mahkota pada kayu kelapa karena serat tersebut.

Juga tidak ditemukan simpul karena pohon kelapa tidak memiliki ranting / ranting. Pohon kelapa tumbuh subur di pesisir pantai Indonesia. Namun, warna coklat tua yang paling terkenal berasal dari Sulawesi. Pohon kelapa di Jawa umumnya ringan.

3. Kayu Ulin

Kayu ini banyak digunakan untuk bahan bangunan rumah, kantor, gedung dan bangunan lainnya. Menurut catatan, kayu besi merupakan salah satu jenis hutan hujan tropis yang tumbuh secara alami di wilayah Sumatera Selatan dan Kalimantan.

Jenis ini dikenal dengan nama ulin, bulian, bulian rambai, onglen, belian, tabulin dan telian.

Pohon besi adalah pohon besar dengan panjang hingga 50 m dan diameter hingga 120 cm, tumbuh di dataran rendah hingga ketinggian 400 m. Kayunya berwarna gelap dan tahan air laut.

Kayu ulin umumnya digunakan dalam konstruksi bangunan berupa tiang-tiang bangunan, sirap, lantai kayu, atap, bahan bangunan jembatan, bantalan rel dan kegunaan lain yang memerlukan sifat khusus yaitu tahan lama dan kuat. Kayu ulin termasuk kayu Kelas I dan ketahanan Kelas I yang kuat.

4. Kayu Akasia

Kayu akasia memiliki kerapatan rata-rata 0,75 yang berarti pori-pori dan seratnya cukup rapat sehingga daya serap airnya rendah. Daya tahan kelas II, artinya bisa bertahan hingga 20 tahun atau lebih, jika diproses dengan benar. Kekuatan kelas II-I, artinya mampu menahan tekukan di atas 1.100 kg / cm2 dan mengantisipasi kekuatan tekanan di atas 650 kg / cm2.

Karena sifat susut kayu yang kecil, daya retak yang rendah, kekerasan sedang dan serat bertekstur kasar dan lurus, kayu ini dapat digunakan dengan mudah, sehingga sangat diminati untuk digunakan sebagai material konstruksi dan furniture.