Fortuneidn.Com
source gambar : fortuneidn.com

Di era digital yang semakin canggih ini banyak sekali muncul situs-situs online yang menyediakan berbagai informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat, terutama para kaum milenial. Salah satu website khusus kaum milenial yang sedang populer saat ini adalah IDN Media. Seperti yang diketahui, IDN Times merupakan suatu website yang memberikan banyak sekali informasi-informasi menarik di dalamnya.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa hadirnya Fortune Indonesia ini diharapkan bisa membantu kaum milenial dan Z di Indonesia agar bisa mendapatkan sumber informasi (literasi)  yang akurat dan berkualitas sekaligus memperkaya pengetahuan terutama seputar finansial.

Literasi finansial merupakan salah satu literasi penting dari enam literasi dasar yang wajib dikuasai oleh seseorang. Nah, untuk memenuhi literasi finansial terpercaya, Fortune Indonesia hadir sebagai media informasi bisnis yang kredibel dan terpercaya bagi kaum milenial dan Z.

Selain itu, kehadiran Fortune Indonesia ini juga sangat membantu kaum milenial dan Z dalam membuka padangan dan wawasan yang baru khususnya terhadap dunia bisnis dan finansial.

Bicara soal informasi seputar ekonomi, berikut Fortune Indonesia : Berita Ekonomi terbaru yang bisa anda ketahui :

  1. Stimulus PEN Industri Perfilman Sudah Tersalurkan Rp 114,88 Miliar

Diinformasikan bahwa stimulus Program Pemulihan Ekononomi Nasional (PEN) subsektor perfilman sudah tersalurkan hingga Rp 114,88 miliar atau sekitar 84% dari total Rp 136,5 miliar yang direncanakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekaraf/Barekraf).

Bantuan yang cukup besar ini diprediksikan akan mampu menyerap tenaga kerja kreatif sebanyak 14.671 orang.

Sandiaga Uno, selaku Menparekraf/Kepala Barekraft, mengatakan bahwa sektor perfilman merupakan salah satu yang terdampak pandemi Covid-19. Hal inilah yang menjadi penghambat kemajuan industri dan membuat industri perfilman seolah stagnan. Maka dari itu, program PEN diberikan bagi industri perfilman nasional yang berbentuk bantuan skema promosi, produksi, dan pra-produksi.

 

  1. Perekonomian Semakin Membaik, Bank Mandiri Catat Kredit Sindikasi Rp 157,07 Triliun

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk optimis bahwa laju kredit sindikasi akan berangsur membaik seiiring dengan semakin menggeliatnya perekomian di tengah upaya pemulihan ekonomi nasional. Selain itu, Bank Mandiri juga positif permintaan kredit sindikasi masih terbuka lebar ke depannya.

Erwanza Nirwan, selaku SVP Corporate Solution Group Bank Mandiri, mengatakan bahwa perseroan akan terus memperkuat eksistensi sebagai lembaga keuangan yang kredibel dalam mendukung sektor usaha negara Indonesia meraih pembiayaan dengan skema sindikasi. Alhasil, hingga November 2021, perusahaan yang terlibat total kredit sindikasi mencapai hingga Rp 157,01 triliun. Dari total jumlah tersebut, Bank Mandiri memperoleh jatah pembiayaan sebesar Rp 60,48 triliun.

“Hal ini membuktikan bahwa Bank Mandiri dipercaya sebagai bank yang mampu memenuhi kebutuhan finansial debitur korporasi. Berangkat dari optimisme ini, kami memperkirakaan ke depan tren permintaan untuk sindikasi pada tahun 2022 akan menunjukkan tren peningkatkan terutama di sektor-sektor unggulan,: kata Erwanza, dalam keterangan resminya pada Minggu (19/12).

 

  1. Airlangga Hartanto : Presidensi G20 Menjadi Nilai Tambah Bagi Perekonomian Negara

Airlangga Hartanto, selaku Menteri Koordinator bidang Perekonomian, sangat yakin penyelnggaraan Presidensi G20 bisa menjadi nilai tambah bagi perekonomian Indonesia. Selain itu, beliau juga sangat optimis mengenai agenda tersebut yang berpotensi dapat meningkatkan kepercayaan investor dunia.

Menurutnya, Presidensi G20 Indonesia berpeluang menarik konsumsi domestik hingga Rp 1,7 triliun. Kemudian, penambahan produk domestik bruto (PDB) mencapai hingga Rp 7,47 triliun. Bukan hanya itu, hal ini juga bisa menyerap tenaga kerja sekitar 33 ribu orang di berbagai sektor industri.