Lagu Indonesia Raya adalah lagu kebangsaan dan lagu kebangsaan Republik Indonesia yang dinyanyikan pada acara kenegaraan. Hal ini jelas tertuang dalam undang-undang tertinggi, UU No. 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Nasional, dan Lagu Kebangsaan.

Lagu tersebut pertama kali dinyanyikan oleh W.R. Supratman pertengahan Oktober 1928. Wage Rudolf Supratman juga memiliki sejarah panjang dengan berbagai fakta tentang dirinya dan lagu Indonesia Raya ini.

Jika ingin download lagu yang enak & gratis, Anda bisa kunjungi metrolagu.

Sebagai apresiasi atas kerja dan jasanya, pemerintah Indonesia menciptakan W.R. Supratman yang jatuh pada 9 Maret akan menjadi Hari Musik Nasional.

Peringatan Hari Musik Nasional pertama diumumkan pada 9 Maret 2013. Keputusan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2013 tentang Hari Musik Nasional. Berikut adalah fakta di balik lagu-lagu Indonesia Raya dan W.R. Supratman adalah pencipta.

1. W.R. Supratman dan awal lagu Indonesia Raya

Lagu Indonesia Raya, pertama kali diperkenalkan oleh W.R. Supratman pada tahun 1928, sebelum kemerdekaan Indonesia. Supratman sendiri dikenal menggemari musik dan biola sejak kecil karena pengaruh sang kakak, Roekijem.

Mulanya Supratman menulis lagu Indonesia Raya yang mendapat tantangan dari redaksi Majalah Timbul.

Penulis yang menulis artikel di majalah itu menantang para musisi di Indonesia saat itu untuk menggubah lagu kebangsaan.

Karena semangat nasionalisme W.R. Supratman, Supratman tertantang untuk menulis lagu kebangsaan yang akhirnya menyandang gelar Indonesia Raya pada tahun 1924, yang pertama kali dipamerkan empat tahun kemudian.

2. Bekerja sebagai jurnalis

W.R. Supratman bukanlah seorang musisi. Ia pernah tinggal di Makassar untuk bekerja di sebuah perusahaan dagang. Kemudian ia dipindahkan ke kota Bandung dan berganti roda menjadi jurnalis. Dia adalah reporter harian untuk Kaoem Moeda dan Kaoem Kita.

Ia masih bekerja sebagai jurnalis saat pindah ke Jakarta saat itu. Supratman tertarik dengan gerakan nasional karena kedekatannya dengan tokoh-tokoh dari kelompok gerakan nasional.

Suresh juga menulis buku berjudul The Virgin Village, mengungkapkan ketidaksenangannya dengan masyarakat Belanda.

3. Kontroversi Penetapan Musik Nasional

Sebagai pencipta lagu kebangsaan dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, pemerintah akhirnya menjadikan ulang tahun Supratman sebagai Hari Musik Nasional. Namun, hal ini tidak mudah dilakukan karena sebagian tidak percaya dengan W.R. Supratman.

Beberapa percaya bahwa W.R. Supratman 9 Maret 1903

Namun, saat dikoreksi oleh sejarawan, W.R. Supratman jatuh tempo pada 19 Maret 1903. Setelah banyak kontroversi, akhirnya diputuskan untuk menjadikan 9 Maret sebagai Hari Musik Nasional di bawah Keputusan Presiden.

4. Meninggal sebelum mendengarkan lagu

Lagu oleh W.R. Supratman secara resmi dibacakan sebagai lagu kebangsaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia. Namun, pada saat yang sama W.R. Supratman tidak bisa mendengar usahanya.

W.R. Supratman meninggal pada 17 Agustus 1938, tujuh tahun sebelum kemerdekaan Indonesia. Namun lagu ini merupakan lagu kebangsaan yang dibanggakan masyarakat Indonesia.

5. Janji Sumpah Pemuda

Sebelum ditetapkan sebagai lagu kebangsaan, lagu tersebut ditulis oleh W.R. Supratman pertama kali diumumkan pada Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928. W.R. Supratman sendiri memainkan biola pertama di Indonesia Raya.

Namun, saat lagu Indonesia Raya pertama ditampilkan, itu hanyalah alat musik tanpa lirik. Kisah W.R. Supratman dan lagu Indonesia Raya ditulis oleh Anthony C. Hutabarat dalam karyanya yang berjudul Penegakan Sejarah dan Sejarah Kehidupan Wage Rudolf Soepratman: Penulis Lagu Indonesia Raya pada tahun 2001.