Menurut Ordonansi Menteri Kesehatan Nomor 220 Tahun 1976, “Kosmetik adalah bahan atau campuran bahan yang dioleskan, dioleskan, dituangi, dibuang bijinya atau disemprot, dioleskan, dioleskan atau dioleskan pada tubuh atau bagian tubuh manusia untuk dibersihkan. Di sekelilingnya. agar lebih menarik atau untuk mengubah tampilannya. Produk ini tidak tergolong produk obat. “.”

Saat ini kosmetik banyak digunakan, kosmetik terbagi menjadi dua jenis pengolahan yaitu kosmetik tradisional, kosmetik tradisional adalah kosmetik yang dibuat dari bahan segar yang dikeringkan secara alami, sedangkan kosmetik modern adalah kosmetik yang dibuat di pabrik. dicampur dengan bahan kimia untuk memperpanjang umur.

Efek penggunaan kosmetik sehari-hari

Beberapa hal yang dapat berdampak negatif pada penggunaan produk kosmetik sehari-hari antara lain:

1. Menyebabkan jerawat

Beberapa item kosmetik seperti kuas dan spons ternyata bisa menjadi tempat berkembang biaknya bakteri dan kuman, apalagi jika kuas dan spons yang kita gunakan terlalu panjang dan digunakan bergantian dengan orang lain.

Spons dan sikat yang kita gunakan bisa menyimpan sel kulit mati. Saat alat ini digunakan secara individual, sel kulit mati akan ditransfer dari wajah Anda ke wajah teman Anda. Hal ini dapat menyebabkan munculnya jerawat.

2. Bisa tertular herpes dan flu

Menggunakan produk kecantikan seperti lipstik atau lip gloss juga bisa berdampak buruk jika tidak digunakan dengan benar.

Berbagi lipstik juga dapat memudahkan kita terkena flu karena virus menempel di lipstik. Ini karena bakteri, virus, dan kuman dapat menempel pada produk lipstik, sehingga sangat mudah menular.

3. Penyakit mata

Penggunaan produk makeup yang najis dan higienis seperti eyeliner, eye shadow, dan maskara bisa menjadi media penyebaran penyakit mata.

4. Kerusakan kulit dan risiko kanker kulit

Tentu saja ada bahan kimia dalam produk kosmetik yang jika digunakan dalam waktu lama bisa memicu pertumbuhan sel kanker.

Tips memilih produk kosmetik

Gunakan alat kosmetik dan produk kosmetik Anda sendiri dan hindari menggunakannya secara bergantian. Jangan pernah mencoba produk tester yang tidak menjamin kebersihan wajah Anda. Selain itu, ada beberapa tips lain dalam memilih produk kosmetik yang aman digunakan.

1. Ketahui jenis kulit Anda

Setiap orang memiliki jenis kulit yang berbeda. Sebelum membeli kosmetik, Anda perlu mengetahui jenis kulitnya dengan memeriksakan diri ke dokter kulit dan melihatnya di tempat yang terang, kenakan kaca pembesar, sehingga tekstur kulit dan ukuran pori-porinya. , Aliran darah, pigmentasi dan kelainan lainnya yang terlihat jelas di permukaan kulit wajah. Perbaikan (Pangaribuan, 2017).

2. Pilih produk kosmetik dengan nomor registrasi dari Kementerian Kesehatan

Produk kosmetik tanpa angka regresi dapat mengandung zat yang tidak boleh digunakan atau yang nilainya di atas ketentuan yang dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya. Hal yang perlu diperhatikan terkait dengan kadar hidrokuinon dan merkuri dalam produk kosmetik (Pangaribuan, 2017).

3. Perhatikan produk yang memberikan hasil dengan sangat cepat

Anda perlu berhati-hati karena produk yang memberikan hasil cepat biasanya mengandung bahan kimia yang di atas standar atau dalam dosis berlebih yang dapat menyebabkan kerusakan kulit. (Pangaribuan, 2017).

4. Ikuti penjelasan pada label atau kemasan

Informasi kemasan barang bekas, tanggal kadaluwarsa, dan nomor registrasi harus diperhatikan karena tidak semua produsen mendaftarkan atau mendaftarkan produknya ke Badan Pengawas Obat dan Makanan, sehingga tidak terjamin keamanannya (Pangaribuan, 2017).

Yuk cari tahu informasi mengenai kosmetik jafar di perawatan sehat dengan url resminya https://perawatansehat.co.id.