Seperti musim-musim sebelumnya, Sacramento Kings masih konsisten di papan bawah klasemen wilayah barat. Saat artikel ini ditulis tim yang bermarkas di Golden 1 center tertahan di peringkat 11, 1 strip di bawah zona playin. Jika tidak lolos ke Playoff musim ini, maka sudah 16 tahun Kings absen dari babak puncak NBA.

Pada musim 2020-2021 lalu, Kings baru saja mendapatkan garda muda yang bisa diandalkan dalam diri Tyrese Haliburton. Pada beberapa momen di musim lalu, ia kerapkali jadi solusi permainan ketika De’Aaron Fox sedang tampil biasa saja atau tidak dapat turun bermain. Garda 21 tahun tersebut mengakhiri musim thirteen poin dan 5,3 assist per pertandingan.

Di lain pihak, pemain andalan King saat ini, De’Aaron Fox baru saja melewati musim yang luar biasa dengan menorehkan 25,2 poin dan 7,2 assist according to pertandingan. Dua-duanya merupakan yang terbanyak dalam karier pemain 24 tahun tersebut. Namun, dengan kolaborasi keduanya, Kings hanya duduk di posisi 12 klasemen wilayah dengan 31 kali menang dan forty one kekalahan.

Kebuntuan yang terjadi pada tubuh Kings menimbulkan sebuah pertanyaan mengenai komposisi timnya. Meski memiliki skuad yang relatif menjanjikan, mereka masih tetap kesulitan untuk masuk ke playoff. Bahkan, masuk ke turnamen playin musim ini pun masih cukup dipertanyakan.

Karena kebuntuan tersebut, tim asal negara bagian California ini pun sempat diisukan akan melakukan pertukaran pemain dengan melibatkan salah satu di antara Tyrese Haliburton atau De’Aaron Fox. Apalagi dengan tersedianya sejumlah pemain yang berpotensi untuk ditukar dengan keduanya, seperti Domantas Sabonis, Myles Turner, hingga Ben Simmons.

Nyatanya, melansir dari Shams, tim yang dilatih oleh Alvin Gentry tersebut tidak berniat untuk menukar kedua gardanya tersebut dan berencana untuk menjadikan keduanya sebagai fondasi ganda yang akan digunakan dalam membangun Kings ke depannya.

Meski demikian, hal ini tidak menjadi jaminan bahwa pihak the front workplace Kings tidak akan berubah pikiran. Mengingat kesempatan untuk pendapat pemain bagus seperti yang telah disebutkan masih sangat berpotensi untuk mendukung potensi maksimal dari Tyrese Haliburton ataupun De’Aaron Fox. 

Semua pilihan tetap kembali kepada pengurus dari tim yang berbasis di kota Sacramento ini. Mengingat terakhir kali mereka dapat menembus babak playoff adalah pada tahun 2006. Tentunya, para pendukung sudah sangat merindukan tim dukungannya bisa berlaga pada babak yang sangat prestisius di liga basket tertinggi di Amerika.

 

tags: berita nba, berita basket