Mungkin selama ini kita memiliki anggapan bahwa limbah yang dibuat dari buangan industri adalah faktor  utama penyebab pencemaran lingkungan. Faktanya seiring dengan bertumbuhnya jumlah penduduk, limbah domestik (rumah tangga) menjadi penyumbang terbesar melebihi limbah industri. Tidak hanya limbah padat seperti sampah plastik, kardus sampai bahan makanan sisa yang nampak mengapung di permukaan sungai, akumulasi limbah cair domestik dalam jumlah yang besar juga menyumbang pencemaran sungai. Hal ini sudah menjadi masalah hampir di seluruh metropolitan di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, dan Palembang.

untuk kalian yang lagi nyari tong sampah stainless bisa cek di gogreen ya

Limbah berwujud cair yang dibuat dari rumah tangga pada umumnya ada tiga:

* Pertama, grey water adalah limbah berwujud cair yang asalnya bukan dari kotoran manusia, antara lain dari air mandi, air bekas mencuci pakaian atau piring yang memiliki kandungan bahan kimia seperti sabun dan deterjen, dan limbah minyak goreng.

* Kedua, black water adalah limbah yang asalnya dari kotoran manusia.

* Ketiga , clear water yaitu limbah yang berasal dari tetesan AC dan kulkas.

Kalau limbah black water lebih mudah diatasi karena dapat terurai dengan sendirinya di lingkungan hanya dengan membuat septic tank, maka grey water yang akan mengalir ke saluran pembuangan akhir  inilah yang menjadi cikal bakal masalah. Menurut Efdinal, Kepala Perwakilan BPK Provinsi DKI Jakarta  sebagian besar pencemaran air di Jakarta ditopang oleh limbah grey water yang langsung mengalir ke saluran drainase tanpa pengolahan terlebih dulu. Hasilnya, sungai yang menjadi tempat berakhirnya selokan berubah warna menjadi coklat dan mengeluarkan bau busuk. Gak cuma menyebabkan ikan-ikan mati, zat-zat polutan yang terdapat di dalam limbah juga memiliki dampak yang bisa menjadi sumber penyakit, seperti kolera, disentri, dan berbagai penyakit lain

Nah, langkah apa yang harus kita ambil untuk mengurangi limbah cair rumah tangga agar tidak mencemari lingkungan?

Coba ikuti beberapa langkah ini ya :

  1. Pakailah pembersih yang lebih ramah lingkungan

– Pilih deterjen yang ramah lingkungan (biodegradable), secara umum deterjen ini memiliki sedikit busa dan air bekasnya dapat dipakai kembali untuk menyiram tanaman.

– coba bersihkan kloset dengan bahan alami seperti cuka, baking soda maupun lemon. Hindari pembersih kloset dengan bahan kimia, karena akan menghambat pertumbuhan bakteri pengurai di septik tank sehingga menyebabkan septik tank mudah penuh.

tempat sampah organik anorganik bahan fiber juga tersedia di gogreen

– Bersihkan kamar mandi lebih sering dari sebelumnya sehingga kotoran tidak menempel mengerak dan pakai pembersih yang lebih rama lingkungan

  1. Hemat air, limbah cair berkurang

* Mandi menggunakan shower atau gayung air daripada berendam di bathtub agar tidak buang buang air

* Mencuci piring dengan baskom dibandingkan di bawah keran yang mengalir, sehingga jumlah buangan sabun menjadi lebih sedikit

* Cucilah pakaian dalam jumlah yang besar sekaligus, karena jika sedikit sedikit pada akhirnya limbah yang dihasilkan lebih banyak

* Gunakan air rendaman yang masih bersih untuk membersihkan yang lain

  1. Menanam tumbuhan di selokan dengan tanaman air yang bisa menyerap zat pencemar, seperti contohnya bunga ungu, lidi air, futoy ruas, bunga coklat, malati air dan lidi air
  2. Membuat Sistem Pengolahan Air Limbah atau SPAL sederhana di rumah untuk mengolah buangan limbah (non black water). Dengan sistem ini dibutuhkan dua buah bak, yaitu bak pengumpul dan tangki resapan. Pada bak pengumpul, diberi ruang yang berguna sebagai penangkap sampah, pasir dan minyak.

Untuk tangki resapan, Taruh arang dan batu koral untuk menyaring zat pencemar. Air hasil pengolahan bisa dipergunakan kembali untuk menyiram tanaman, kloset, cuci piring, pakaian, dan lain-lainnya. Tapi tidak untuk diminum ya.

Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meminimalisir sampah yang dihasilkan rumah tangga, semoga membantu