Beberapa saat terakhir ini bencana alam sedang melanda beberapa wilayah di Indonesia. Salah satu kasusnya adalah gempa di Sulawesi Barat yang mengakibatkan warga yang terkena dampaknya mengungsi.

Beberapa minggu terakhir ini banjir juga melanda beberapa daerah seperti Kalimantan Selatan, Jawa Timur, dan beberapa wilayah di Jawa Tengah. Warga yang terkena banjir diharuskan untuk mengungsi.

Ahli gizi menghimbau untuk tetap memantau kecukupan gizi selama berada di tempat pengungsian. Hal ini sangatlah penting terlebih di tempat pengungsian terdapat banyak warga yang sangat membutuhkan gizi seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 263 bencana yang terjadi di tahun 2021 ini. Data ini dikumpulkan sampai tanggal 31 Januari pukul 15.00 WIB. Korban yang mengungsi akibat bencana tercatat sejumlah 1.548.173 orang.

 

Baca juga: CARA MERAWAT KUCING SIAM, CIRI, FAKTA, SEJARAH DIBALIK KELUCUANNYA

 

Perhatian Penuh pada Rentan Gizi

Harus menjadi hal yang wajib dalam waktu 6 jam setelah bencana harus memprioritaskan membangun dapur umum dan dapur pemberian makanan bayi dan anak (PMBA).

PMBA menjadi prioritas karena kebutuhan ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, dan bayi berbeda dari orang dewasa normal. Salah satu contohnya adalah berhentinya ASI ibu yang menyusui ketika dalam keadaan stress.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kurangnya gizi akan membuat tubuh rentan penyakit.

 

 

Biasanya dalam kondisi bencana bantuan yang diberikan adalah makanan-makanan instant. Hal itu diperbolehkan karena situasi sedang darurat, tetapi tidak bisa berlanjut terus menerus. Karena itu membuat dapur dan PMBA sangat dibutuhkan. Jarak waktu pembuatan dapur adalah 6 jam sesudah bencana terjadi. Terlebih makanan instant dapat menyebabkan pola kecanduan yang salah di tempat pengungsian. Apalagi jika para warga yang berdiam di tempat pengungsian tidak melek gizi.

Selain makanan instant, donasi berupa susu pengganti ASI, botol, dan dot sebenarnya tidak dianjurkan. Selain susu, botol, dan dotnya perlu pemeriksaaan dan persetujuan dinas kesehatan setempat. Jika memberikan produk yang kurang tepat, anak-anak malah akan terkena diare, kontaminasi, bahkan bisa kematian.

 

Baca juga: Cara Meningkatkan Omset Penjualan Bisnis Online

 

Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Saat Memenuhi Gizi di Kala Bencana

5 Hal yang perlu perhatian ketika memenuhi gizi di daerah pengungsian bencana, yaitu

  • Dinas terkait lebih peduli terhadap bencana yang terjadi dan tidak bergantung kepada donator dan swadaya masyarakat.
  • Dukungan instansi terkait untuk penyediaan tempat, sarana prasarana yang bersih, dan pusat informasi untuk warga
  • Mendapat dukungan kepala desa, lurah,camat, bupati dan gubernur
  • Diperlukan relawan gizi
  • Mengunakan kader sebagai tenaga inti

Selain 5 hal di atas, menganti makanan instant dengan makanan bergizi juga perlu perhatian. Makanan yang bermanfaat di kondisi bencana bisa seperti ubi, singkong, dan talas. Selain itu buah juga bisa bermanfaat seperti salak, manggis, dan jeruk. Makanan bergizi lain yang bisa disarankan adalah kacang-kacangan dan roti sumbu.

 

Baca juga: Layanan Maklon Serum dari MPM Beauty