Sumber : kuliner malang

Terkadang beberapa kulineran cuman ada di beberapa momen tertentu, misalkan kulineran unik pada bulan Ramadan. Tidak bingung jika orang harus menanti bulan puasa datang untuk mencicip kembali beberapa minuman atau makanan ciri khas. Muncul hati kangen karena mereka telah lama tidak melahapnya. Pada bulan Ramadan ini, kamu juga kemungkinan akan mendapati kulineran unik yang hanya ada satu tahun sekali. Jejeran kulineran ini ditanggung tidak akan diketemukan di beberapa hari biasa.

 

Karena susah didapat terkecuali pada bulan puasa, kulineran-kuliner ini malah membuat orang semakin ingin tahu. Hingga semakin beberapa orang yang memburunya untuk menu sahur atau buka puasa. Dari 10 kulineran unik pada bulan ini, apa ada yang telah coba?

 

  1. Gulungan ketan yang diolah dalam seruas bambu ini benar-benar terkenal di daerah Sumatera. Seakan menu harus warga di tempat saat bulan Ramadan, lemang tidak bisa mangkir dari meja makan. Dengan siraman santan, lemang menganakemaskan lidah dengan cita-rasanya yang renyah

 

  1. Berbahan dasar bubur nangka dan kelapa kopyor, bongko kopyor ciri khas Kota Kediri ini sering buat kangen hanya karena ada saat bulan puasa. Rasanya yang manis dan lumer di mulut pas sekali jadi menu buka. Sedap

 

  1. Makanan ciri khas asal Kepulauan Riau ini hanya ada saat Ramadan. Gulai siput dibuat dari siput yang diolah dengan santan sampai kental. Plus tambahan bumbu dan rempah, satu mangkok gulai siput ditanggung buat berbuka puasa semakin berasa nikmat

 

4 . Jadi sajian khusus cocok buka, bubur jawara ciri khas Minangkabau hanya dapat dicicipi cocok bulan puasa. Komplet dengan isian bubur sumsum, kolak ubi, pisang, candil, bubur delima dan ketan hitam, bubur jawara dicintai masyarakat sekitaran dan beberapa wisatawan lo

 

  1. Tekstur kicak yang halus dan manis bakal menjadi makanan nikmat yang mengunggah hasrat saat buka puasa. Kulineran ciri khas Yogyakarta ini dibuat dari singkong yang dikukus, selanjutnya diberi parutan kelapa supaya semakin kaya rasa

 

  1. Belum banyak orang tahu, puncak paling muda dari semacam rotan ini dapat dikonsumsi lo. Pakat umumnya dikonsumsi dengan nasi dan tambahan sayur atau sambal. Kulineran asli Mandailing Natal ini cuman ada cocok bulan Ramadan, jadi sayang jika dilewati karena hanya ada sekali dalam satu tahun

 

  1. Asida, makanan tradisionil warga Maluku. Kulineran ini dengan bahan dasar tepung terigu, gula merah, kapulaga, daun pandan, dan kayu manis. Rasa manis dan struktur kenyalnya serupa dodol. Tidak pernah coba? Yok, coba kesedapannya!

 

  1. Di kota Bogor, mi glosor cuman dihidangkan saat bulan Ramadan lo . Maka, makanan ciri khas ini ditegaskan tidak berada di hari biasa. Sebetulnya makanan ini benar-benar simpel, terbagi dalam mi kuning dan potongan kol. Umumnya dikonsumsi dengan gorengan seperti tempe dan bakwan

 

  1. Sate susu kemungkinan kurang akrab. Kulineran unik dari Denpasar ini cuman dapat ditemui satu tahun sekali cocok bulan Ramadan. Dibuat dari sisi dada sapi yang hasilkan susu, sate susu semakin berasa spesial dengan bumbunya yang unik yaitu tepung beras digabung santan dan rempah

 

  1. Siapa yang tidak tertarik dengan ketan bintul bertabur serundeng dan disiram kuah rendang daging sapi? Rasa renyah, manis, dan pedas bersatu prima dalam satu mangkuk ketan bintul sebagai menu buka

 

  1. Sebenarnya lepat gayo serupa dengan kue lepat secara umum. Tetapi, makanan unik asal Banda Aceh yang cuman ada pada bulan Ramadan ini punyai ciri-ciri tertentu. Lepat gayo rupanya tidak gampang busuk dan tahan lama sampai beberapa bulan. Wah, bisa saja stock makanan

 

11 kuliner unik pada bulan Ramadan ini membuat peristiwa puasa semakin terkesan. Bulan puasa seakan kurang jika tidak ada 11 makanan di atas.